Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun, PDIP Tetap di Luar Kabinet
Presiden Prabowo menyebut dua tahun cukup bagi menteri untuk membuktikan kemampuan. PDIP bertahan sebagai penyeimbang, NasDem merasa tak berhak masuk kabinet, sedangkan PKS, PAN, dan Gerindra menyerahkan keputusan kepada Presiden.
Oleh Arsyid Muhamad
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan merombak lagi Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun pemerintahannya pada Oktober mendatang. Dalam dialog dengan jurnalis senior dan pakar yang disiarkan sejumlah media, Rabu, 16 September 2026, ia menilai dua tahun cukup bagi setiap menteri untuk membuktikan kemampuan.
CNBC Indonesia menulis dialog itu berlangsung di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 6 September, lalu disiarkan sepuluh hari kemudian. detikNews hanya mencatatnya sebagai wawancara program Prabowo Menjawab pada Rabu, 16 September, dengan Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi sebagai penanya soal kabinet.
Kepada para penanya, Prabowo mengatakan ia mengevaluasi para pembantunya terus-menerus dan, secara objektif, timnya “bekerja oke”. Ia mengibaratkan kabinet sebagai kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain inti, penyerang, dan cadangan. Sebagian kementerian, katanya, tidak berada di garis depan karena pemerintah memusatkan tenaga pada urusan mendasar: pangan, bahan bakar, gizi anak, dan kemiskinan ekstrem.
Kalaupun perombakan terjadi, menurut Prabowo, tujuannya antara lain promosi dan penempatan orang sesuai kompetensi. Ia memakai ungkapan “the right man in the right place”, orang yang tepat di posisi yang tepat. Pejabat yang tidak cocok dengan jabatannya, atau yang tersangkut masalah, dapat diganti; ia tidak menyebut nama menteri maupun tanggal.
“Saya kira itu sesuatu yang logis ya. Iya kan? Dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya.” — Presiden Prabowo Subianto, dikutip CNBC Indonesia
Kata para pihak
- PDIP. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, Jumat, 18 September, menyatakan perombakan kabinet adalah hak prerogatif presiden yang dihormati partainya. “Presiden pun tahu posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang berada di luar kabinet,” ujarnya kepada detikNews.
- NasDem. Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim mengatakan partainya merasa tidak berhak masuk kabinet karena tidak ikut berkeringat dalam pemilihan presiden yang memenangkan Prabowo. NasDem, kata dia, tetap mendukung pemerintah sampai akhir periode lewat 2.200 anggota legislatifnya.
- PKS. Sekretaris Jenderal PKS M. Kholid menyebut partainya tidak dalam kapasitas meminta jabatan, tetapi kadernya siap bila Presiden memberi kepercayaan. Menurut Kholid, Presiden dalam berbagai kesempatan menyebut Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, yang diusulkan PKS, bekerja sangat baik.
- PAN. Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno, yang juga Wakil Ketua MPR, di gedung DPR, Kamis, 17 September, mengatakan menteri adalah pembantu presiden dan PAN akan “taat dan patuh” pada keputusan Presiden.
- Gerindra. Juru bicara Gerindra Sugiat Santoso menyatakan partainya menghormati pilihan setiap partai, baik bergabung dengan pemerintahan maupun menjadi penyeimbang. Perombakan kabinet ia sebut “instrumen yang kewenangannya mutlak kepada presiden”, termasuk soal waktu dan nama.
Mengapa ini penting
Susunan kabinet menentukan siapa yang memegang kebijakan yang langsung dirasakan rumah tangga, dari harga pangan dan bahan bakar hingga lapangan kerja. Pernyataan Prabowo tayang dua hari setelah ia melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Senin, 14 September. detikJabar menghitung pelantikan itu sebagai perombakan keenam sejak kabinet terbentuk; bila merujuk catatan CNBC Indonesia, dialog di Hambalang berlangsung sebelum pergantian tersebut.
The Jakarta Post mencatat ulang tahun kedua pemerintahan datang ketika tingkat kepuasan publik turun menjadi 51,1 persen pada Juli, dari 81,2 persen pada November tahun lalu. Bagian artikel yang dapat diakses tidak menyebut lembaga surveinya. Koran itu juga menulis, menurut para analis, perbaikan kinerja pemerintah memerlukan lebih dari sekadar pergantian menteri.
Angka kunci
- 6 kali perombakan kabinet menurut hitungan detikJabar: 19 Februari 2025, 8 September 2025, 17 September 2025, 8 Oktober 2025, 27 April 2026, dan 14 September 2026.
- 14 September 2026: Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan, menurut Sekretariat Kabinet.
- 2.200 anggota legislatif NasDem dari pusat sampai kabupaten/kota, menurut Hermawi Taslim.
Apa selanjutnya
Belum ada jadwal. Prabowo hanya menyebut usia dua tahun pemerintahan sebagai momentum yang logis untuk evaluasi, dan Gerindra menegaskan waktu serta nama sepenuhnya di tangan Presiden.
Sugiat berharap siapa pun yang kelak ditunjuk, dari partai maupun luar partai, adalah orang terbaik. PDIP menegaskan posisinya di luar kabinet, sedangkan NasDem menyatakan merasa tidak berhak ikut.
Sumber
- CNBC Indonesia — Prabowo bicara soal reshuffle kabinet jelang dua tahun
- detikNews — Prabowo berpeluang rombak kabinet, PDIP tetap pilih jadi penyeimbang
- detikNews — NasDem merasa tak berhak ikut kabinet
- detikNews — PKS soal peluang rombak kabinet
- detikNews — PAN: kami taat keputusan Presiden
- kumparan — PAN soal kans reshuffle: Presiden punya hak prerogatif
- detikNews — Gerindra respons sikap PDIP dan NasDem
- The Jakarta Post — Prabowo hints at another cabinet reshuffle ahead of two-year mark
- detikJabar — Enam kali reshuffle kabinet Prabowo, daftar lengkap
- Sekretariat Kabinet — Presiden Prabowo lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan
Berita berikutnya

Ambang Batas Parlemen 5 Persen Belum Bulat: PAN Keberatan, PDIP Minta Pansus RUU Pemilu
Gerindra menyatakan setuju ambang batas parlemen 5 persen, tetapi Dasco menegaskan belum ada keputusan. Waketum PAN keberatan merujuk putusan MK, Zulk…
Baca juga





