Kabar18.com

Sabtu, 24 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Pandangan soal Respons Indonesia terhadap Singapura

Muhammad Lutfi dan Dino Patti Djalal berbeda pandangan soal respons Indonesia terhadap Singapura. Perdebatan itu muncul bersamaan dengan rencana preventive notice untuk tujuh perusahaan terkait karhutla.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pohon-pohon besar diselimuti kabut tebal di dalam hutan.
Ilustrasi: Pohon-pohon besar diselimuti kabut tebal di dalam hutan. · Foto: zheng liang / Pexels

Jakarta — Muhammad Lutfi dan Dino Patti Djalal berbeda pandangan mengenai respons Indonesia terhadap Singapura pada 24 Oktober 2026, bersamaan dengan rencana pemberian preventive notice kepada tujuh perusahaan di Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan.

Lutfi mengkritik rencana Singapura mengirimkan surat peringatan kepada tujuh perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran. Pemerintah Singapura menyatakan akan mengeluarkan preventive notice melalui Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA).

Surat tersebut meminta perusahaan mengerahkan tim pemadam kebakaran, menghentikan aktivitas pembakaran atau tindakan yang dapat memicu kebakaran baru, serta menyerahkan rencana aksi kepada NEA. Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu mengatakan investigasi pemerintahnya menunjukkan sebagian kabut asap yang dialami Singapura berasal dari kebakaran di lahan milik tujuh perusahaan di Indonesia.

Perbedaan sikap menyentuh hubungan Indonesia-Singapura

Perbedaan pandangan Lutfi dan Dino mencakup hubungan Indonesia-Singapura dalam dua isu, yakni polemik pasar modal dan penanganan karhutla. Lutfi sebelumnya menyoroti dugaan tekanan terhadap pasar saham Indonesia melalui lembaga penyedia indeks global MSCI serta menyebut Temasek dan GIC, perusahaan investasi asal Singapura.

Dino membantah tuduhan bahwa Singapura berkonspirasi menjatuhkan pasar modal Indonesia. Ia menilai tuduhan tersebut tidak masuk akal dan menyatakan Indonesia tidak seharusnya mencelakai Singapura.

Dalam isu karhutla, pemberitahuan Singapura berisi langkah pencegahan, bukan putusan hukum yang menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut bersalah. Pemberitahuan itu meminta tindakan pemadaman, penghentian pembakaran, dan penyampaian rencana penanganan kebakaran.

Isu ini penting bagi pembaca karena kabut asap lintas negara berkaitan langsung dengan hubungan bertetangga Indonesia dan Singapura, penegakan tanggung jawab korporasi, serta reputasi pengelolaan lingkungan Indonesia. Respons pemerintah Indonesia dan tindak lanjut perusahaan menjadi bagian penting dalam perkembangan berikutnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Tokoh

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.