Lutfi dan Dino Berbeda Pandangan soal Respons Indonesia terhadap Singapura
Muhammad Lutfi dan Dino Patti Djalal berbeda pandangan soal respons Indonesia terhadap Singapura. Perdebatan itu muncul bersamaan dengan rencana preventive notice untuk tujuh perusahaan terkait karhutla.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Muhammad Lutfi dan Dino Patti Djalal berbeda pandangan mengenai respons Indonesia terhadap Singapura pada 24 Oktober 2026, bersamaan dengan rencana pemberian preventive notice kepada tujuh perusahaan di Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan.
Lutfi mengkritik rencana Singapura mengirimkan surat peringatan kepada tujuh perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran. Pemerintah Singapura menyatakan akan mengeluarkan preventive notice melalui Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA).
Surat tersebut meminta perusahaan mengerahkan tim pemadam kebakaran, menghentikan aktivitas pembakaran atau tindakan yang dapat memicu kebakaran baru, serta menyerahkan rencana aksi kepada NEA. Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu mengatakan investigasi pemerintahnya menunjukkan sebagian kabut asap yang dialami Singapura berasal dari kebakaran di lahan milik tujuh perusahaan di Indonesia.
Perbedaan sikap menyentuh hubungan Indonesia-Singapura
Perbedaan pandangan Lutfi dan Dino mencakup hubungan Indonesia-Singapura dalam dua isu, yakni polemik pasar modal dan penanganan karhutla. Lutfi sebelumnya menyoroti dugaan tekanan terhadap pasar saham Indonesia melalui lembaga penyedia indeks global MSCI serta menyebut Temasek dan GIC, perusahaan investasi asal Singapura.
Dino membantah tuduhan bahwa Singapura berkonspirasi menjatuhkan pasar modal Indonesia. Ia menilai tuduhan tersebut tidak masuk akal dan menyatakan Indonesia tidak seharusnya mencelakai Singapura.
Dalam isu karhutla, pemberitahuan Singapura berisi langkah pencegahan, bukan putusan hukum yang menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut bersalah. Pemberitahuan itu meminta tindakan pemadaman, penghentian pembakaran, dan penyampaian rencana penanganan kebakaran.
Isu ini penting bagi pembaca karena kabut asap lintas negara berkaitan langsung dengan hubungan bertetangga Indonesia dan Singapura, penegakan tanggung jawab korporasi, serta reputasi pengelolaan lingkungan Indonesia. Respons pemerintah Indonesia dan tindak lanjut perusahaan menjadi bagian penting dalam perkembangan berikutnya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
DPR Dorong Kerja Sama ASEAN Tangani Karhutla di Indonesia
Anggota Komisi I DPR Junico Siahaan meminta pemerintah memperkuat kerja sama Asia Tenggara menangani karhutla. Singapura menyasar 10 perusahaan Indone…
Terbaru di Tokoh

Berita utama hari ini

Baca juga





