Festival Bahari Kepulauan Seribu Padukan Balap Kapal, UMKM, dan Pelestarian Pesisir
Festival 19–20 September 2026 menghadirkan olahraga laut, UMKM, pembekalan pelaku wisata, dan kegiatan lingkungan di Pulau Kelapa serta Pulau Harapan.
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Festival Bahari 2026 di Kepulauan Seribu memadukan olahraga laut, usaha masyarakat, dan pelestarian pesisir dalam satu rangkaian acara. Menurut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, kegiatan tersebut digelar pada 19–20 September 2026 di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menyebut pemilihan kedua pulau sebagai kesempatan memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat. Dalam keterangan yang diterbitkan pemerintah kabupaten pada Sabtu (19/9), festival ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pariwisata bahari dan ekonomi kreatif daerah.
Laporan Beritajakarta pada hari yang sama menyebut kegiatan di Lapangan Sepak Bola Pulau Kelapa mencakup stand up paddle board, balap kapal, pameran olahraga laut, serta pertunjukan musik. Festival dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (20/9).
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu Fahmi Ardi Ramlan menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi bagian dari konsep wisata olahraga tersebut. Selain keterlibatan warga dalam lomba balap kapal, pelaku UMKM di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan juga dilibatkan dalam festival.
Fahmi, sebagaimana dilaporkan Beritajakarta, menyebut kerja sama dengan Ikatan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu. Gema Seribu menghadirkan pertunjukan seni, sedangkan Excellence Host Program memberikan pembekalan pelayanan wisata dan pemasaran kepada pemilik homestay. Penyelenggara mengarahkan program itu untuk memperkuat kemampuan pelaku wisata dalam melayani pengunjung.
Rangkaian lingkungan tercantum dalam program Sustainable Island: Restore the Planet, Restore the Future, yang meliputi bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove. Pemerintah kabupaten juga menyebut penampilan teater Si Pitung oleh Abang None Kepulauan Seribu pada malam hari. Sumber yang diperiksa belum menyajikan jumlah pengunjung maupun pengukuran dampak ekonomi festival.
Sumber: Pemkab Kepulauan Seribu, Beritajakarta, dan ANTARA, 19 September 2026. Rangkaian acara di atas merujuk keterangan penyelenggara dan laporan tersebut.
Foto arsip: Mujiyono SPt / Wikimedia Commons, 3 Desember 2017, berlisensi CC BY-SA 4.0. Foto digunakan sebagai ilustrasi kawasan; bukan dokumentasi festival. Lisensi foto tetap CC BY-SA 4.0.
Berita berikutnya

Polisi Dalami Dugaan Perburuan Penyu Sisik di Raja Ampat, Imigrasi Buka Peluang Pidana
Polda Papua Barat Daya memverifikasi video dan foto dugaan penombakan penyu sisik oleh turis asing berinisial WS di Kepulauan Fam. Dirjen Imigrasi mem…
Baca juga





