IHSG Rebound ke 5.201 di Jakarta, Reformasi BEI Diuji
IHSG menguat 4,18 persen ke level 5.201,4 pada sesi I perdagangan 20 Oktober 2026. Investor masih menunggu pelaksanaan konsisten reformasi BEI di tengah konsultasi MSCI.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,18 persen ke level 5.201,4 pada penutupan sesi I perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026, di tengah perhatian investor terhadap reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan rencana reklasifikasi pasar oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Penguatan tersebut berlangsung setelah tekanan pasar akibat rencana MSCI mengubah klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang atau Emerging Market menjadi pasar mandiri atau Standalone Market. Data penguatan IHSG pada sesi I dan level 5.201,4 dilaporkan Kumparan.
Reformasi BEI yang menjadi perhatian mencakup perluasan keterbukaan informasi afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen serta rencana mengecualikan saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari penghitungan IHSG. Langkah tersebut ditujukan untuk memperbaiki transparansi dan kredibilitas indeks.
Reformasi BEI Menentukan Kepercayaan Investor
BRI Danareksa Sekuritas menilai pasar masih menunggu bukti bahwa reformasi BEI diterapkan secara konsisten. Penilaian itu muncul ketika MSCI masih berkonsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi pasar modal Indonesia.
Laporan CNBC Indonesia menyebut BEI sebelumnya mengumumkan dua inisiatif baru pada Senin, 19 Oktober 2026. Selain mengecualikan seluruh saham HSC dari perhitungan IHSG, bursa akan menambahkan informasi afiliasi untuk pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen.
Inisiatif BEI juga berada dalam rangkaian langkah reformasi yang mencakup publikasi nama pemegang saham, penyampaian data investor yang lebih terperinci, peningkatan ketentuan free float, serta pengumuman saham yang masuk kategori HSC. MSCI masih membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar Indonesia berlangsung hingga April 2027. Keputusan final paling lambat diumumkan pada 30 Juni 2027, menurut laporan CNBC Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Pangan Nusa Expo 2026 di Jakarta Catat Transaksi Rp5,9 Triliun
Pangan Nusa Expo 2026 di Jakarta mencatat potensi transaksi Rp5,9 triliun dari transaksi langsung, penjajakan bisnis, dan ekspansi kuliner ke luar neg…
Terbaru di Analisis

Baca juga




