IHSG di Bawah 5.000 Dipandang Danantara sebagai Momentum Investasi
Danantara menilai koreksi IHSG di bawah level 5.000 sebagai peluang investasi jangka panjang. Lembaga ini berencana masuk bertahap dengan mempertimbangkan fundamental dan valuasi saham.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memandang koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat berada di bawah level 5.000 pada perdagangan 19 Oktober 2026 sebagai peluang investasi jangka panjang.
Danantara berencana masuk ke pasar saham secara bertahap. Fokus investasi diarahkan pada saham dengan fundamental kuat dan valuasi yang menarik, termasuk saham badan usaha milik negara (BUMN) yang tercatat di bursa.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan tekanan pada harga saham tidak selalu mencerminkan memburuknya kinerja perusahaan. Menurut dia, pergerakan pasar juga dapat dipengaruhi faktor teknis, sentimen, rumor, dan faktor nonfundamental.
Danantara menyatakan keputusan investasi akan dilakukan secara selektif setelah mempertimbangkan fundamental perusahaan dan valuasi. Lembaga tersebut tidak merinci emiten sasaran maupun nilai tambahan investasi yang akan direalisasikan.
Koreksi IHSG menjadi perhatian investor Indonesia
Bagi pembaca nasional, sikap Danantara menunjukkan bahwa pelemahan IHSG dipandang sebagai bagian dari dinamika pasar, bukan otomatis alasan untuk menghentikan investasi. Perkembangan ini relevan karena keputusan lembaga pengelola investasi negara dapat memengaruhi perhatian terhadap saham BUMN dan sentimen pasar modal.
Danantara menilai sektor perbankan memiliki fundamental yang solid, sementara peluang juga dilihat pada sektor infrastruktur dan telekomunikasi. Strategi masuk secara bertahap memungkinkan penilaian dilakukan berdasarkan kondisi perusahaan dan daya tarik valuasinya.
Rencana penambahan kepemilikan saham belum disertai rincian mengenai perusahaan yang menjadi sasaran, besaran dana, atau waktu pelaksanaan. Karena itu, informasi yang tersedia baru menunjukkan arah strategi Danantara, bukan realisasi transaksi tertentu.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
Airlangga Nilai Situasi Indonesia Stabil Menjelang Tahun Kedua Prabowo-Gibran
Airlangga Hartarto menilai situasi politik, ekonomi, dan sosial relatif stabil menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Pemerintah masih menge…
Terbaru di Analisis

Baca juga




