ADB Nilai Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
ADB menilai fundamental makroekonomi Indonesia tetap kuat meski IHSG sebelumnya anjlok 11,57 persen dan ditutup di level 5.185. Pertumbuhan solid serta inflasi stabil menjadi penopangnya.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Asian Development Bank (ADB) menilai fundamental makroekonomi Indonesia tetap kuat pada Selasa (20/10/2026), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebelumnya anjlok 11,57 persen dan ditutup di level 5.185.
Penilaian itu disampaikan ADB dalam keterangan mengenai kondisi pasar modal Indonesia. ADB menyebut kekuatan fundamental tersebut didukung pertumbuhan ekonomi yang solid dan inflasi yang stabil.
Tekanan terhadap IHSG muncul setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Perubahan status itu menjadi latar tekanan terhadap pasar saham Indonesia.
Fundamental Indonesia tetap menjadi perhatian investor
ADB mengatakan reformasi pasar modal tetap menjadi salah satu fokus utama kemitraannya dengan Indonesia melalui Financial Market Deepening Program yang baru-baru ini disetujui.
Selain itu, ADB mendukung upaya memperkuat integritas pasar, meningkatkan kepercayaan investor, mendorong transparansi dan likuiditas, memperkuat tata kelola, serta mengembangkan keuangan digital dan keuangan berkelanjutan.
Bagi pembaca di Indonesia, penilaian ADB memberi konteks terhadap pergerakan IHSG yang sangat tajam. Pelemahan indeks tidak serta-merta menggambarkan seluruh kondisi perekonomian karena ADB masih melihat pertumbuhan dan inflasi sebagai penopang fundamental makroekonomi.
ADB juga menyambut agenda reformasi yang terus dijalankan otoritas terkait dan menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan pasar modal Indonesia yang berkelanjutan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Tokoh
Prabowo Panggil Friderica Widyasari ke Istana Jakarta
Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, saat pasar modal menghadapi tekanan terkait re…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga


