Komite Sadar Rilis Survei Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta
Komite Sadar merilis survei evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta. Survei melibatkan 560 responden dari Sumatra hingga Papua, dengan 78,8 persen menilai pemerintah gagal.
Oleh Arsyid Muhamad
· 1 menit baca
Jakarta — Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Kedaulatan Rakyat (Sadar) merilis survei evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.
Survei itu melibatkan 560 responden yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Hasilnya, 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal menjalankan pemerintahan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyampaikan hasil survei tersebut. Komite Sadar menghimpun keresahan masyarakat melalui survei yang menjadi dasar evaluasi terhadap kinerja pemerintah.
Survei menyoroti sejumlah persoalan nasional
Temuan survei mencatat sejumlah isu yang dinilai menjadi perhatian responden, termasuk ekonomi, hukum, lingkungan, pendidikan, dan kebebasan berpendapat. Sebanyak 71,1 persen responden menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok.
Di bidang demokrasi, 62,7 persen responden menyoroti pembatasan kebebasan berpendapat. Sebanyak 70,6 persen menyoroti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan negara.
Isu lingkungan juga masuk dalam sorotan. Sebanyak 83,5 persen responden menyoroti deforestasi dan kebakaran hutan. Sementara itu, 67,4 persen menyoroti mahalnya biaya pendidikan dan 41,6 persen menilai sektor ekonomi serta keuangan mendesak untuk diperbaiki.
Hasil survei tersebut merupakan pandangan dari 560 responden yang dihimpun Komite Sadar dari Sumatra hingga Papua. Rangkaian rilis survei berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Politik

Berita utama hari ini

Baca juga



