Polda Kaltara Gelar Lomba Sumpit Dayak di Tanjung Selor
Polda Kalimantan Utara menggelar Lomba Sumpit Tradisional Dayak di Tanjung Selor pada 20 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 atlet tradisional.
Oleh Kevin Mikael Januar
· Peristiwa: · 2 menit baca
Tanjung Selor — Kepolisian Daerah Kalimantan Utara menggelar Lomba Sumpit Tradisional Dayak di Markas Komando Batalyon A Pelopor, Tanjung Selor, Sabtu (20/6/2026), dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Utara, Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara, tokoh adat, pejabat kepolisian, dan peserta dari berbagai wilayah. Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy meresmikan perlombaan itu.
Kompetisi menyumpit diposisikan sebagai olahraga tradisional sekaligus sarana pelestarian budaya lokal. Penyelenggara juga menekankan nilai kedisiplinan, ketenangan, ketepatan, dan fokus yang terkandung dalam tradisi menyumpit.
Lomba menyumpit memperkuat pelestarian budaya Dayak
Bagi pembaca nasional, kegiatan ini menunjukkan peran pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan. Tradisi menyumpit tidak hanya dipertandingkan, tetapi juga diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Kalimantan Utara.
Lebih dari 300 atlet tradisional dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara tercatat mengikuti kompetisi tersebut. Setelah pembukaan, Kapolda Kaltara, Wakapolda, dan pejabat utama kepolisian mengikuti pertandingan ekshibisi untuk mencoba langsung olahraga sumpit tradisional Dayak.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengapresiasi kegiatan itu sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat. Peserta juga diajak menjunjung sportivitas serta menjadikan perlombaan sebagai ruang mempererat silaturahmi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Irau Malinau 2026 Digelar Sepekan di Kalimantan Utara
Irau Malinau ke-12 berlangsung selama tujuh hari di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Festival ini melibatkan 190 UMKM dan masuk kalender KEN 2026.
Terbaru di Hukum
Berita utama hari ini

Baca juga




